Go

Perbedaan antara "is, am, are" dengan "adalah"

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada August 22nd at 9:14am
Share :

To be is, am, are sering kita terjemahkan menjadi adalah di dalam bahasa Indonesia. Pertanyaanya adalah mengapa "adalah" tidak selalu dibutuhkan dalam Bahasa Indonesia, tetapi "is, am, are" selalu dibutuhkan dalam Bahasa Inggris? Kalimat berbahasa Inggris selalu membutuhkan to be pada kalimat-kalimat nominal, namun dalam Bahasa Indonesia tidak selalu membutuhkan adalah. Coba Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:

  • He is a teacher
  • Dia adalah seorang guru
  • Dia seorang guru

Pada contoh kalimat di atas, adalah di dalam kalimat dia adalah seorang guru bisa kita hilangkan, sedangkan dalam kalimat he is a teacher kita tidak bisa menghilangkan is karena akan membuat kalimat tersebut tidak gramatikal;

  • *He a teacher
  • Dia seorang guru

Penghilangan is pada kalimat He is a teacher akan membuat kalimat tersebut salah atau tidak gramatikal. Sebaliknya, pada kalimat Bahasa Indonesia, adalah bisa kita hilangkan dan tidak menjadikan kalimat tersebut menjadi tidak gramatikal. Dengan kata lain, kalimat tersebut bisa berterima meskipun kita menghilangkan kata adalah. Akan tetapi, pada kalimat di bawah ini keberadaan adalah justru membuat kalimat tidak berterima.

  • I am smart
  • *Saya adalah pintar
  • Saya pintar

Selanjutnya mari kita cek, apakah negasi antara adalah dan is, am, are adalah sama? Perhatikan contoh kalimatnya di bawah ini:

  • He is not a teacher
  • Dia adalah bukan seorang guru
  • She is not smart
  • *Dia adalah bukan pintar

Dari contoh-contoh di atas, setidaknya kita bisa memberikan simpulan bahwa adalah di dalam Bahasa Indonesia bersifat opsional; ketidakhadiranya di dalam kalimat tidak akan membuat kalimat menjadi tidak gramatikal. Malah sebaliknya, keberadaan adalah di dalam Bahasa Indonesia justru hanya berterima pada struktur tertentu, misalnya adalah hanya berterima ketika diikuti sebuah kata/frasa benda sedangkan jika diikuti dengan kata/frasa sifat justru menjadi tidak berterima.

  • Dia adalah ayah saya (adalah diikuti frasa kata benda)
  • *Dia adalah miskin (adalah diikuti kata sifat)

Jadi dari sini sudah bisa kita ketahui, kenapa di dalam Bahasa Indonesia tidak selalu membutuhkan adalah karena di dalam Bahasa Indonesia pola kalimat tidak selalu menggunakan kata kerja, misalnya saya tinggi. Kalimat tersebut terdiri dari subjek saya dan predikat tinggi dimana tidak mengandung kata kerja. Sedangkan di dalam Bahasa Inggris pola kalimat menghendaki harus ada kata kerja (verb) di dalam kalimat. Oleh karena itu, is, am, are atau tobe lainya selalu dibutuhkan di dalam kalimat nominal Bahasa Inggris. Is, am, are di dalam Bahasa Inggris termasuk linking verb atau kata kerja penghubung. Untuk lebih jelasnya silahkan sahabat membaca uraian VERB di artikel academic writing.

Artikel Lainnya

Kesalahan Pelafalan yang Sering Terjadi Around Us (Jilid 3)
Poem atau Poetry: Apa Bedanya?
Hyphens
Cara Membaca Uang Dolar dan Pound Menggunakan Bahasa Inggris
Make-Made
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi