Go

Inilah Bukti Bahwa Bahasa Menunjukkan Budaya Suatu Bangsa

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 23rd at 11:16am
Share :

Menurut hipotesis Sapir-Worf dalam (Palmer, 1981) bahasa tidak hanya menentukan kebudayaan tetapi juga menentukan jalan pikiran penuturnya. Hal ini berarti bahwa bahasa yang digunakan oleh seseorang menentukan pandangan dunia melalui kategori gramatikal dan klasifikasi semantis yang diwarisi bersama kebudayaannya dalam bahasa tersebut. Hasil klasifikasi semantik itulah yang kemudian digunakan sebagai media untuk menafsirkan pemaknaan pengetahuan yang ada dalam suatu budaya. Hal ini berarti ada korelasi yang kuat antara bahasa dengan etnisitas ataupun religiusitas seperti yang diungkapkan oleh Saville-Troike (1982:35) dalam bukunya The Ethnography of Communication yang berpendapat:

“There is no doubt, however, that there is a correlation between the form and content of language and the beliefs, values, and needs present in the culture of its speakers”.

“Tidak ada keraguan bahwa ada sebuah korelasi antara bentuk dan isi bahasa dengan kepercayaan, nilai, dan kebutuhan pada masyarakat penutur.”

Hal ini berarti bahwa dibalik penggunaan bentuk-bentuk bahasa suatu masyarakat terdapat pandangan akan nilai dan kepercayaanya dan kebutuhanya. Setiap bahasa di dunia memiliki keberagaman leksikon yang berbeda. Masyarakat yang hidup di daerah pantai maka akan memiliki keberagaman atau kekayaan leksikon yang berkaitan dengan laut sedangkan masyarakat yang hidup di daerah salju maka akan memiliki leksikon yang banyak tentang salju, dan lain sebagainya. Perbedaan leksikon dalam suatu bahasa tersebut tidak bersifat kebetulan, namun berkaitan dengan budaya penuturnya, contoh lain:

  1. Bahasa Jawa hanya memiliki satu leksikon iwak untuk menunjuk daging hewan daratan dan ikan. Iwak ayam, iwak sapi, iwak guramai, iwak ula. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat awal Jawa adalah masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman yang hidup dari cocok tanam sehingga mereka menyamakan semua daging yang di darat, laut, maupun udara dengan leksikon iwak. Jika dikaitkan dengan pendekatan ini maka asal mula kehidupan masyarakat Jawa adalah masyarakat yang hidup di daerah pedalaman dan pegunungan dalam berkehidupan awal.

  2. Bahasa Indonesia memiliki leksikon beras dengan berbagai macam, yaitu gabah; beras yang masih ada pembungkus daunya, nasi adalah beras yang sudah dimasak, menir adalah beras yang sangat keci hasil dari penggilingan. Leksikon-leksikon ini menandakan bahwa masyarkat pemakai bahasa Indonesia memiliki kedekatan yang sangat erat dengan beras dalam kehidupan sehari-hari. Beras sebagai makanan pokok dan sekaligus menjadi mata pencahariaan masyarakat Indonesia. Bandingkan dengan Bahasa Inggris yang hanya memiliki kata "rice". Masyarakat Inggris bukan hidup dari pertanian seperti beras oleh karenanya mereka tidak mengklasifikasikan beras menjadi bagian-bagian yang detil. Hal ini karena beras tidak menjadi bagian yang penting dalam berkehidupan penuturnya.

  3. Bahasa Inggris memiliki leksikon untuk penanda waktu yang sangat banyak sedangkan bahasa jawa tidak. Hal ini berkaitan dengan budaya akan menghargai waktu masyarakat Inggris sangatlah baik. Seperti ungkapan mereka yang mengatakan time is money semakin menguatkan bahwa mereka adalah masyarakat yang sangat memperhatikan waktu. Faktanya memang seperti itu dalam kehidupan sehari-hari orang-orang tersebut misalnya selalu tepat waktu saat menghadiri suatu pertemuan atau perjanjian yang sebelumnya sudah disepakati.

Referensi

Newmeyer, F. J. 1988. Language the Socio Cultural Context. New York: Cambridge University Press.

Palmer, Gary B. 1996. Toward a Theory of Cultural Linguistiks. Austin : University of Texas Press.

Saville-Troike, Muriel. 1982. The Ethnography of Communication. Oxford : Basil Blackwell Publisher. Penguin Books.

Artikel Lainnya

아요/ 어요/ 해요 (Akhiran Kalimat informal)
Seem
일기연슴( Latihan Membaca)
Berikut ini Penamaan Hewan Betina dan Jantan dalam Bahasa Inggris
Perbedaan Come, Arrive, Get, Reach, dan Approach
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi