Go

Perbedaan Problem, Trouble, Matter, dan Issue

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 23rd at 11:27am
Share :

Kali ini kita akan membahas perbedaan antara problem, trouble, matter, dan issue. Sebenarnya jika dilihat dari Oxford Learner’s Thesaurus sahabat bisa mengetahui bahwa ke empat kata tersebut bersinonim. Kali ini saya rangkumkan perbedaan antara problem, trouble, matter, dan issue dari perpaduan antara Oxford Learner’s Thesaurus dan Cambridge Learner’s dictionary edisi ketiga, semoga bermanfaat! Langsung saja simak perbedaan penggunaan dari problem, trouble, matter, dan issue di bawah ini.

1. Problem

Problem diterjemahkan di dalam kamus bahasa Indonesia menjadi "masalah". Sedangkan Oxford Learner’s Thesaurus menjelaskan problem dengan “a thing that is not easy to deal with or understand” yang artinya "Hal yang tidak mudah untuk ditangani dan dipahami". Sedangkan Cambridge menjelaskan makna problem dengan “a situation, person or thing that needs attention and needs to be dealt with or solved” yang artinya kurang lebih adalah “sebuah situasi, orang atau suatu hal yang membutuhkan perhatian dan perlu ditangani atau dipecahkan”. Dari kedua penjelasan ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa problem adalah masalah yang memerlukan untuk segera ditangani. Masalah tersebut bisa berupa sebuah situasi, orang, ataupun suatu hal lainnya.

a. We have financial problems. (Kami mengalami masalah keuangan.)

b. I'm having problems with my computer. (Saya memiliki masalah dengan komputer saya.)

c. “Can I pay by credit car?” - “Yes, no problem.” ("Dapatkah saya membayarnya dengan kartu kredit?" - "tidak masalah")

2. Trouble

Trouble diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bisa menjadi "kesulitan" atau "kesukaran". Oxford Learner’s Thesaurus menjelaskannya dengan “a problem or worry, or a situation that causes that” yang artinya kurang lebih “sebuah masalah atau kekhawatiran atau sebuah situasi yang menyebabkan masalah atau kekhawatiran” sedangkan Cambridge menjelaskannya dengan “problems or difficulties” yang artinya “masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan”. Dari kedua penjelasan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa trouble adalah kesulitan-kesulitan yang dapat mengakibatkan masalah. Jika problem berhubungan dengan solution, tetapi trouble berhubungan dengan feeling; perasaan.

a. Their problems seem to be over for the moment, but there could be more trouble ahead. (Masalah mereka nampaknya selesai untuk saat ini, tetapi akan ada lebih banyak kesulitan kedepannya)

b. The trouble with you is you don’t really to work. (Kesulitan denganmu adalah kamu tidak sungguh-sungguh bekerja)

c. She thought her troubles would be over once she'd got divorced. (Dia pikir kesulitannya akan selesai setelah dia bercerai.)

3. Matter

Matter diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi masalah. Cambridge menjelaskannya dengan “the reason for pain, worry or a problem” yang jika diterjemahkan kurang lebih menjadi "Alasan dari sakit, khawatir atau masalah" sedangkan Oxford menjelaskan matter dengan “used to ask if somebody is upset and unhappy or if there is a problem” yang artinya kurang lebih “digunakan untuk bertanya jika seseorang terganggu dan tidak bahagia karena ada masalah”. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa matter digunakan ketika menanyakan penyebab dari masalah tersebut apa. Ketika digunakan di dalam kalimat matter selalu berbentuk frasa “the matter”

a. What's the matter with you? (Ada masalah apa denganmu?)

b. What was the matter with the car? (Ada masalah apa dengan mobilnya?)

c. Is something the matter with Eza? (Apa ada sesuatu masalah dengan Eza?)

4. Issue

Issue diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “pokok persoalan” atau “isu”. Cambridge menjelaskannya dengan “a subject or problem which people are thinking and talking about” yang artinya kurang lebih menjadi “bab atau masalah yang orang pikirkan dan bicarakan”. Sedangkan Oxford menjelaskanya dengan “a problem or worry that somebody has with something” yang artinya kurang lebih “sebuah masalah atau kekhawatiran yang seseorang miliki”. Jika problem berhubungan dengan solution, trouble berhubungan dengan feeling, sedangkan issue berhubungan dengan disagreement (perbedaan pendapat)

a. Money is not an issue. (Uang bukanlah pokok persoalan)

b. There are many political issues this month. (Ada banyak pokok persoalan politik bulan ini)

c. She is always on a diet. She has issues with food. (Dia selalu diet. Dia mempunyai persoalan pada makanan)

Catatan Penting

Keempat kata tersebut, yaitu problem, trouble, matter, dan issue memiliki titik tekan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mereka juga memiliki arti yang berbeda-beda. Akan tetapi, mereka bisa juga diterjemahkan sama dengan kata “masalah” hanya saja fokus masalahnya berbeda, misalnya trouble masalah yang berfokus pada kesulitan-kesulitan dan issue masalah yang menjadi perbedaan pendapat atau masalah personal.

a. She is always on a diet. She has issues with food. (Dia selalu diet. Dia mempunyai masalah (persoalan pribadi) pada makanan)

b. The trouble with you is you don’t really to work. (Masalah (kesulitan) denganmu adalah kamu tidak sungguh-sungguh bekerja)

Artikel Lainnya

Bentuk dan Fungsi Afiks/Imbuhan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia Ragam Informal
Reported Speech: Direct & Indirect Speech
Perbedaan Participle, Gerund, dan to Infinitive
Late dan Lately
하고 dan 도 ("Dan" dan "Juga")
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi