Go

Perbedaan Makna Leksikal, Makna Gramatikal, dan Makna Pragmatis

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada 30 Oct 17 00:09 UTC
Share :

Saat belajar bahasa (umumnya dikenal dengan istilah linguistik), kita akan menemukan beberapa istilah yang berhubungan dengan makna. Setidaknnya ada 3 jenis makna yang paling sering dibicarakan; makna leksikal, makna gramatikal, dan makna pragmatis. Tanpa berpanjanglebar mari kita bahas satu persatu perbedaan ketiga jenis makna tersebut.

  1. Makna leksikal

Makna leksikal adalah makna kata berdasarkan yang sebenarnya. Oleh karena itu, makna leksikal bisa kita lihat di dalam sebuah kamus. Apa yang ada di kamus itulah makna leksikal dari sebuah kata. Secara garis besar makna leksikal bisa kita telusuri juga dari asosiasi dari kata tersebut, misalnya dari segi sinonim, homonim, antonim, polisemi, kolokasi, metafora, idiom, meronimi, dan sebagainya. Dengan demikian, makna leksikal juga termasuk dalam hal ini makna denotasi dan makna konotasi. Sebagai contoh:

  1. (1)Andi membanting tulang ayam.
  2. (2)Andi membanting tulang agar bisa memiliki mobil.

Kalimat (1) adalah makna denotatif dalam hal ini 'membanting tulang' ayam secara fisik, tetapi pada kalimat (2) membanting tulang tersebut adalah makna konotatif karena 'membanting tulang' di sini artinya adalah bekerja keras. 'Membanting tulang' tersebut merupakan sebuah idiom. Dalam hal ini, meskipun maknanya berbeda jauh, tetapi masih ada asosiasi antara makna denotatif dan makna konotatif tersebut, misalnya membanting tulang memerlukan energi keras untuk melakukannya, sehingga dalam konteks yang lain, 'membanting tulang' disamakan dengan 'bekerja keras'

  1. Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh karena adanya proses gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, atau perubahan bentuk kata (misalnya play menjadi playing, plays, atau played). Makna gramatikal umumnya diperoleh melalui proses infleksional dan derivasional. Sahabat bisa membaca artikel mengenai infleksional dan derivasional di sini. Dalam makna gramatikal, makna intinya tidaklah berubah. Dengan kata lain, makna gramatikal umumnya tidak jauh dari makna leksikal sebuah kata. Perhatikan contohnya di bawah ini:

Buku ini berwarna hijau.

Buku-buku ini berwarna hijau.

'Buku-buku' mengalami makna gramatikal karena terjadi reduplikasi. Makna leksikalnya tetaplah sebuah buku, tetapi bedanya adalah buku-buku berarti banyak buku, sedangkan pada kalimat (1) buku hanya berjumlah tunggal. Dengan demikian, pada bahasa Indonesia reduplikasi pada kata akan menghasilkan kata benda jamak. Kita bandingkan dengan bahasa Inggris:

the book is green.

the books are green.

Perhatikan contoh di atas. book pada kalimat (1) adalah tunggal, sedangkan pada kalimat (2) adalah jamak. Di sini penanda kata jamak adalah akhiran -s.

  1. Makna Pragmatis

Makna pragmatis adalah makna kata yang diperoleh dari situasi di mana saat sebuah kalimat diujarkan. Oleh karena itu, makna pragmatis juga bisa dibilang dengan makna kontekstual. Maksudnya adalah makna tersebut tergantung situasi dan kondisi saat kalimat diujarkan. Perhatikan ilustrasinya di bawah ini:

Ibu: "Jam berapa sekarang, Yuni?"

Yuni: "Jam sembilan".

Saat ibu bertanya 'jam berapa sekarang' kepada Yuni ketika ibu sedang terburu-buru ke pasar maka makna kalimat Jam berapa sekarang adalah makna yang sebenarnya. Akan tetapi, jika situasinya terjadi pada saat salah satu teman Yuni bertamu ke rumah Yuni saat malam-malam, maka maksudnya mengingatkan tamunya untuk segera pulang karena sudah malam.

Ibu : "Jam berapa sekarang, Yuni"

Yuni: "iya bu…jam 9.."

Andi: "oke Yun, aku pulang ya...sudah malam".

Di sini, Yuni tidak langsung menjawab jam 9, tetapi, memberi tanda kepada ibunya bahwa ia tidak akan lama lagi bersama temannya.

Dengan ilustrasi di atas, kita bisa bedakan antara makna leksikal, makna gramatikal, dan makna pragmatis. Makna leksikal adalah makna kata seperti yang ada di kamus, makna gramatikal adalah makna yang diperoleh karena faktor gramatikal seperti afiksasi dan reduplikasi, sedangkan makna pragmatis adalah makna berdasarkan situasi dan kondisi saat kalimat diujarkan.

Artikel Lainnya

Expletive Pronoun
Perbedaan Sport dan Game
Bahasa Inggrisnya Siswa: Student or Pupil?
Noun Phrase
Each Other dan One Another
©2017 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi