Go

Penelitian Unit Multi Kata/Kombinasi Kata Menggunakan Korpus

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada 26 Mar 18 20:45 UTC
Share :

Makna dalam suatu kata tidak ditentukan oleh kata itu sendiri, melainkan dari hubungan antar kata. Hubungan ini yang kemudian diistilahkan menjadi 'makna dengan kolokasi' atau dapat juga diuji dengan 'mengaplikaskan dapat berkolokasi' (Firth, 1957:194). Kata seringkali memiliki preferensi dengan kata yang dikombinasikannya. Misalnya, kata go dan turn. Kita dapat mengatakan 'people go mad', namun 'people turn mad' tidak berterima. Kecenderungan kata yang tidak dapat digabungkan disebut lexical repulsion atau lawan dari kolokasi.

Sinclair mengumpulkan 135.000 kata korpus lisan dalam kolokasi Bahasa Inggris untuk menguji asumsi bahwa kolokasi merupakan bagian penting dari pola makna. Berdasarkan penelitiannya, ditemukan tiga temuan mendasar yaitu: pertama, keunggulan lexis dibanding tata bahasa dalam penciptaan makna. Kedua, makna diciptakan melalui pemilihan kata. Ketiga, berdasarkan cara dimana makna dibuat, bahasa bersifat fraseologis yang dibentuk dalam prinsip idiom.

Apa itu unit multi kata?

Dalam studi tentang makna unit kata, kita tidak berfokus tentang pola tata bahasa, karena tidak memperhatikan tentang makna unit tertentu melainkan frase yang memiliki bentuk dan makna sendiri.

Kebanyakan studi unit multi kata berfokus pada n-grams, yaitu meliputi lexical bundles, chuncks, clusters, maupun kata yang bergabung atau pola yang biasa digunakan (you know, in the, there was a, one of the). N-grams dikelompokkan bersama berdasarkan jumlah kata yang terkandung, misalnya 2 kata n-grams mengacu pada bi-grams, tiga-kata sebagai tri-grams, dst. Jumlah n-grams dibatasi berdasarkan penelitian yang dilakukan, namun pada umumnya setidaknya ada 20 dalam lima juta kata korpus (O'Keeffee et al. 2007: 64).

Mengapa mempelajari makna unit multi kata?

Studi makna unit multi kata telah mengarahkan kepada beberapa penemuan baru dan menarik dalam implikasi pedagogi. Penemuan tersebut meliputi pola struktural, fungsi, dan spesifisitas register.

Pada pola struktural, struktur n-grams yang paling sering muncul adalah preposisi + artikel, subjek + verba dengan item pelengkap, dan frase nomina + of. Fungsi yang meliputinya adalah hubungan waktu dan jarak, hubungan preposisi lainnya, fungsi interpersonal, bahasa kesamaran, fungsi sambungan, dan ambil giliran. Biber et al. (1999) juga mengkategorikan n-grams berdasarkan fungsi wacana. Mereka dikelompokkan ke dalam empat kategori utama: bundel referensial (meliptui waktu, tempat, dan penanda teks), susunan teks, bundel sikap (menyampaikan sikap terhadap beberapa proposisi), dan bundel interaksi (berkaitan dengan kesopanan). Dua kategori pertama sering ditemukan dalam wacana akademik, sedangkan dua kategori lainnya menyebar dalam percakapan.

Firth melakukan penelitian mengenai penggunaan kolokasi dalam kumpulan surat abad ke-18 dan 19 untuk mencari tahu kolokasi mana yang tetap sampai sekarang dan tampak sudah usang. Dia menemukan kolokasi yang tidak lagi digunakan seperti disordered dan cold dalam kalimat I have been disordered by a cold, dan kolokasi yang masih bertahan sampai sekarang seperti, criminally dan neglected dalam kalimat you are not to think of yourself forgotten, or criminally neglected.

N-grams dalam register atau genre memberi arti penting dalam diferensiasi bahasa lisan dan tulisan. Penggunaan n-grams dalam wacana tertulis misalnya, untuk menunjukkan hubungan waktu dan tempat, penggunaan of a/the, to the, dan with a/the, serta kata sambung seperti at the same time, in the first place, dan as a result of (Carter & McCarthy, 2006: 505a – 505e). Penggunaan n-grams dalam wacana lisan agaknya lebih samar karena penutur yang tidak bisa spesifik ataupun konteks yang tidak memiliki spesifisitas. Seringnya kemunculan n-grams yang menunjukkan kesamaran terdapat pada kind of, sort of thing, (or) something like that, (and) all the rest of it, dan this, that and the other.

  1. Apa yang telah dijelaskan oleh penelitian korpus ke dalam unit multi-kata fraseologi yang tidak kita ketahui sebelumnya?

Penemuan dari studi unit multi kata memiliki pengaruh terhadap leksikografi bersamaan dengan penulisan tatabahasa bahasa Inggris dan buku teks bahasa Inggris pada umumnya. Alasannya adalah bahwa studi ini telah dilakukan dengan membandingkan penggunaan unit multi kata oleh ahli dan penulis dan pembicara pemula.

Indikasi bahwa pemahaman kita terhadap bahasa telah ditingkatkan ole penelitian ke dalam unit multi kata adalah ide tentang 'lexical priming (leksikal dasar)' yang dijelaskan oleh Hoey (2005) sebagai sebuah teori bahasa baru yang membangun lima kategori pemilihan dan menyatakan pola pemilihan meliputi pembicara, penulis, pendengar, dan pembaca.

  1. Implikasi dan penelitian ke depannya

Penemuan dari studi unit multi kata ini memiliki implikasi untuk mengajar linguistik terapan, studi bahasa, bahasa Inggris untuk tujuan akademik, dan bahasa Inggris untuk tujuan tertentu. Ini jelas bahwa studi unit multi kata memiliki peran dalam kegiatan pembelajaran berbasis data (DDL) dan seharusnya dilanjutkan dengan pembelajaran fraseologi.

Ambisi Sinclair yang belum direalisasikan adalah kompilasi sebuah kamus yang sepenuhnya menangkap fraseologi bahasa. Eksplorasi ke depannya dalam studi unit multi kata dalam linguistik korpus berjanji untuk memberi tahu kami lebih banyak tentang bagaimana makna dibuat.

Artikel Lainnya

Bentuk dan Fungsi Afiks/Imbuhan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia Ragam Informal
Kolokasi Menggunakan T-Score, Z-Score, dan Korpus
Padanan Istilah Asing
Pengertian Konkordansi dan Cara Penggunaannya dalam Korpus Linguistik
Perbedaan Ragam Formal dan Frozen (Beku) di dalam Bahasa Indonesia
©2017 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi