Go

Linguistik: Aspek, Kala, dan Modalitas di dalam Bahasa

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada 24 Sep 18 21:08 UTC
Share :

Artikel ini saya tujukan kepada pembaca tingkat lanjut yang menyukai fenomena yang ada di dalam sebuah bahasa. Bagi yang belajar linguistik tentu ini tidak asing lagi. Atau ternyata Anda sendiri adalah seorang sarjana linguistik? Saya akan memberi gambaran terlebih dahulu sebelum menjelaskan definisi-definisi dari aspek, kala, dan modalitas.

Apakah sahabat sadar bahwa di dalam sebuah kata (utamanya kata kerja) terdapat waktu di dalamnya. Kok bisa ya? Maksudnya begini. Waktu di dalam kata kerja ada yang bisa kita lihat durasinya ada juga yang tidak bisa dilihat. Sebagai contoh, kata 'berdiri' memiliki durasi antara tidak berdiri ke posisi berdiri. Di situ ada durasi di dalamnya dan kita bisa melihat prosesnya ketika tidak berdiri ke posisi berdiri. Ada juga kata kerja yang durasinya sangat singkat sehingga dari awal sampai akhir kita tidak bisa melihat prosesnya karena terlalu cepat, misalnya kata kerja 'mengetahui'. Posisi kita saat tidak mengetahui menjadi mengetahui tidak bisa kita lihat seperti kata kerja berdiri tadi. Begitu cepat sehingga batas antara mengetahui dan tidak mengetahui tidak bisa dimarkahi. Di dalam ilmu linguistik ini disebut dengan 'aspek'. Jadi aspek adalah cara memandang waktu secara internal.

Nah beberapa kata kerja akan berubah ketika dirujukkan kepada aktivitas yang dibicarakan. Sayangnya di dalam bahasa Indonesia kita tidak bisa menemui ini. Contoh yang paling mudah adalah bahasa Inggris. Jika kita ingin mengungkapkan kejadian yang sudah terjadi maka bentuk kata kerjanya adalah bentuk lampau dan ketika kejadian yang diungkapkan adalah sekarang, kata kerjanya adalah sekarang atau present. Sebagai gambaran, jika saya ingin mengatakan bahwa saya kemarin menulis surat, kata kerja yang digunakan adalah wrote dan jika saya sedang menulis surat saat ini kita menulisnya dengan write. Inilah yang disebut dengan kala. Jadi kala adalah kategori gramatikal yang ditandai dengan perubahan kata kerja dan menyatakan kapan suatu peristiwa atau tindakan terjadi. Dalam bahasa Inggris, kala iniliah yang disebut dengan tense.

Ketika kita menyampaikan sesuatu, ada yang bersifat ekspresif dari tuturan kita. Misalnya, 'sebaiknya kamu tidur', 'kamu harus makan', 'dia mungkin lapar'. Sebaiknya, harus, dan mungkin ini adalah mood yang digunakan oleh pembicara. Konsep inilah yang dimaksudkan di dalam konsep modalitas. Jadi modalitas adalah mengacu pada sikap pembicara terhadap keadaan yang diungkapkan dalam kalimat. Di dalam bahasa Inggris modalitas bisa diungkapkan melalui kata kerja berbentuk indicative, subjunctive, atau melalui kata keteerangan seperti maybe, perhaps, possibly, dan dengan dengan modal auxiliries seperti can, may, must, should. Dari sini paham ya konsep dasar dari aspek, kala, dan mmodalitas? Ingin bertanya? Silahkan tinggalkan komentar.

Artikel Lainnya

Pretty: Pretty Sure, Pretty Well?
Modal
Reflexive dan intensive pronoun
Elepsis
Apa itu grammar?
©2017 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi